Beberapa Sebab Chelsea Belakangan Tampil Melempem

Beberapa Sebab Chelsea Belakangan Tampil Melempem – Pada minggu perdana bulan November 828bet jelang jeda internasional, Chelsea, terlihat di atas angin. The Blues jadi salah satu klub penantang pemenang di jajaran big four Premier League.

Anak asuh Frank Lampard teringgal enam nilai dari Leicester City yang duduk jadi runner-up sementara. Chelsea bahkan memenangi satu poin di atas juara bertahan Manchester City.

Sesudah dijatuhi larangan kepindahan FIFA, kehilangan Eden Hazard, dan juga menunjuk instruktur yang enggak berpengalaman Frank Lampard, The Blues menjumpai diri mereka pada keadaan yang bahkan enggak mampu dicerminkan oleh pengagum yang sangat percaya diri sekalipun.

Daftar Sbobet Casino – Tapi, setelah itu, segalanya berubah dari tidak baik menjadi lebih jelek untuk klub London Barat karna mereka telah kehilangan empat dari lima partai liga belakangan mereka.

Kegagalan dari Manchester City, West Ham, Everton, serta Bournemouth, membuat Chelsea menderita.

Melihat daftar pertandingan-pertandingan lanjutan yang luar biasa sibuk membuat keleneng tanda bahaya buat Chelsea. Mereka kepunyaan permasalahan besar yang perlu dibenahi secepatnya apabila mau selalu terdapat di papan atas. Apa sih persoalan Chelsea sesungguhnya?

1. Mason Mount Mulai Mandul
Pada sepak bola modern, peran nomor 10 semakin berpengaruh. Frank Lampard salah satu pemain tengah terjang yang dapat menurunkan posisi nomor 10 dengan sangat positif.

Di Chelsea dia percayakan Mason Mount di tingkat tersebut. di revolusi punggawa muda The Blues, Agen Sbobet88 Mount yaitu salah satu pemain andalan pembukaan musim Chelsea ketika dia membuat empat gol liga dalam delapan derby perdana.

Daya, tekanan tinggi, tingkat bekerja, dan juga pergerakannya begitu pokok dalam menolong Chelsea menurunkan sepak bola yang intens dan menarik.

Namun, belakangan prestasi si pemain menurun. Produktivitasnya menyusut draktis. Sejauh season ini, Mount mempunyai catatan statistik menawarkan 26 kiriman kunci dan 27 kali membuat kans.

Penampilannya tumbang bagus ketimbang James Maddison (43 kiriman kunci serta 47 kesempatan) dan juga Jack Grealish (37 kiriman kunci dan juga 41 kesempatan dibuat). Kevin De Bruyne, gelandang nomor 10 sangat terbaik di Premier League telah membikin 62 alihan kunci serta melahirkan 71 kans.

Persoalannya Bola88 di Chelsea tidak banyak pemain yang sanggup menjalankan tugas selaku Si Nomor 10. Ross Barkley dan Ruben Loftus-Cheek, tampak tak sudah pernah betul-betul siap dimainkan dengan cara reguler. Lampard nyaris tak punya opsi pada menyerang-lini tengah.

2. Kurang Impresif Dikandang
Identitas khusus dari tiap-tiap tim yang berhasil ialah kemampuan mereka untuk bikin stadion rumah jadi lokasi yang mengerikan. Chelsea adalah salah satu klub yang terkuat ketika berlaga di hadapan publik sendiri.

Mereka pernah membuat rekor terkalahkan sepanjang 85 laga sepanjang tiga tahun antara 2004 dan 2007. namun itu dulu, The Blues kini acapkali lunglai di Stanford Bridge.

Kegagalan game week lalu dari Bournemouth ialah kegagalan liga kandang ketiga Chelsea season ini, sesudah sebelumnya tunduk dari Liverpool dan juga West Ham. Mereka juga kehilangan nilai di Stamford Bridge dengan meraih hasil imbang vs Leicester City dan juga Sheffield United.

Secara total, The Blues cukup mengambil 14 dari 27 angka yang tersedia serta tidak mencetak lebih dari dua gol pada Agen Bola setiap laga liga di home mereka sejauh ini.

Di Liga Champions, situasinya kurang lebih sama. Lampard hanya memenangi satu dari tiga derby eliminasi grup mereka di home. Patut dicatat pun mereka terkapar di Piala Liga ketika menjamu Manchester United. stabilitas di rumah jadi situasi yang kritis buat Chelsea.

3. Lini Belakang Yang Rapuh
Chelsea musim ini memasang langkah ofensif yang atraktif. Sayang lini defensi mereka yang jelek membuat performa mereka kerapkali goyang.

Sejauh season ini, pasukan Lampard cukup melindungi empat clean sheet di semua kompetisi. cuma Arsenal (27) yang kecurian gol lebih banyak dari 25 gol tim London Barat di liga.

Dengan absennya Antonio Rudiger, Lampard tak bisa puas dengan pasangan palang pintu tengah. Sementara Fikayo Tomori yang pernah digadang-gadang akan jadi mega bintang season ini kelihatannya seringkali menerapkan blunder.

Performa Andreas Christensen maupun Kurt Zouma Agen Sbobet88 jauh dari superior. The Blues telah kamasukan gol banyak gol via bola mati atau bola udara di di kotak. Ketidakmampuan palang pintu Chelsea buat membaca arah permainan dan memagari wilayah benteng mereka sendiri jadi tragedi.