Home / Berita Bola / Benarkah Bambang Suryo Tak Terlibat Pengatur Skor

Benarkah Bambang Suryo Tak Terlibat Pengatur Skor

Benarkah Bambang Suryo Tak Terlibat Pengatur Skor – Bambang Suryo mengakui telah tidak jadi aktor penyusunan score dalam dunia sepakbola dari mulai 2015. Apa benar apakah yang disebutkan Bambang?

Nama Bambang Suryo membuat sepakbola Indonesia gempar pada 2015. Saat itu ia jadi whistleblower dengan membuka bagaimana praktek judi serta penyusunan score sepakbola.

Pria yang akrab dipanggil BS itu bahkan juga muncul ke sejumlah acara tv yang mengulas masalah mafia bola di Indonesia. Pada tempat itu, BS mengakui telah tobat.

Tiga tahun berlalu, BS ada kembali ke tv. Ia muncul menjadi narasumber dalam acara talk show Mata Najwa dengan topik “PSSI Dapat Apakah? Jilid 2”, Rabu (19/12/2018) malam WIB.

Najwa sudah sempat menanyakan apa BS telah benar-benar tidak ikut serta kembali dalam penyusunan score. Pria berkepala plontos itu langsung bersumpah.
“Saya untuk Allah, Rasul, untuk anak, istri saya, serta bapak-ibu saya yang berada di (dalam) pendam, saya belum pernah bermain kembali,” kata Bambang.

Dalam acara itu ikut ada pelatih PS Ngada, Kletus Marselinus Gabhe. Diakuinya sudah sempat dibawa oleh manajer Metro FC, yang dalam perihal ini ialah BS, untuk mengendalikan laga. Ajakan itu berlangsung pada November 2017.

“Awalannya tanggal 10 November 2018, dua hari sesudah kami memerankan pertandingan leg pertama di Denpasar, Bali, melawan Putra Tresna. Tanggal 10 paginya, saya bisa pesan WA (WhatsApp) dari nomer yang tidak diketahui,” papar Gabhe di depan Najwa serta BS.

“Saya pada akhirnya tahu jika pesan itu dari orang yang mengakui menjadi manajer Metro FC. Ya, dalam pesan itu mengakui menjadi manajer Metro FC dalam perihal ini Bambang Suryo,” sambungnya.

“Ia berikan selamat atas kemenangan kami di Bali, mendoakan kami maju ke 32 besar serta saya menjelaskan utamanya jika lolos bermakna satu group di Group G sebab bagan telah ada.”

“Sampai disana, itu perihal biasa. Hingga kemudian ada pesan yang berbunyi ‘ada tujuan, kah?’ Itu pertanyaan yang perlu saya sikap berhati-hati sebab tujuannya apakah, mustahil kami main tiada tujuan. Itu tanggal 10 lalu diteruskan tanggal 21 November, atau seputar tiga-empat hari sebelum kami pergi ke Kediri.”

“Orang yang mengakui menjadi manajer Metro FC tawarkan untuk lolos bareng di group dengan menyiapkan uang Rp200 juta. Rp100 juta dari kami serta Rp100 juta kembali dari Metro FC,” tuturnya.
Ajakan itu ia akui oleh BS, tetapi itu tidak terlepas cuma untuk mencari tahu apa PS Ngada ikut serta penyusunan score.

“Ya (saya yang telpon), maksudnya mencari informasi apa team ini bermain ataukah tidak. Hanya itu saja. Polisi tempo hari katakan jika tidak OTT (operasi tangkap tangan tidak dapat),” kata BS.

“Ya (saya ingin jebak). Yang dulu-dulu ikut saya ingin jebak begitu. Buktinya team saya kalah sama Ngada serta Persik Kediri. Buat apakah kami kasih uang Rp100 juta, buat upah pemain dua bulan saja terlambat,” tegasnya.

Apakah yang disebutkan BS mendapatkan respon dari Mr. X sebagai narasumber yang identitasnya dirahasiakan dalam acara itu. Mr. X menuding jika BS masih tetap ikut serta dalam penyusunan laga.

“Kamu katakan tahun 2015 berhenti. Tahun 2017 PSBI lawan Persebaya, kamu main sama Manajer Persebaya, Chairul Basalamah. Ngaku kamu!” kata Mr. X dalam sambungan telpon dengan nada yang disamarkan.

“Di Liga 2017, kamu main di team yang masuk semi final serta di team yang masuk delapan besar. Kamu ikut main sama team Semeru. Ngaku dahulu kamu. Janganlah gitulah!”

“BS, biarlah. Jika sesudah tahun 2015 itu kamu masih tetap jalan, bilanglah masih tetap jalan. Jika telah setop, kamu katakan setop,” tegasnya.

About admin