Buronan Di Amankan Di Kabupaten Lahat Sumatera Selatan

Buronan Di Amankan Di Kabupaten Lahat Sumatera Selatan – Terpidana masalah money politics waktu pemilihan kepala daerah serentak 2018 terus di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Syahril Effendi pada akhirnya diamankan. Ia diamankan selesai jadi buronan Kejari Lahat.

Syahril Effendi sebagai masyarakat Desa Sukajadi, Lahat ini diamankan oleh team Kejari Lahat waktu 16.00 WIB, Rabu (6/2). Syahril yg jadi buron ini divonis bersalah dalam masalah money politics pada Pemilihan kepala daerah Lahat, Juni 2018 yg kemarin.

Kita udah mengamankan Syahril Efendi di kediamannya sebab ia sudah sempat buron. Menurut info masyarakat pemeran ada berada di desa serta team kami lantas langsung berjalan tangkap,” jelas Kasi Intel Kejari Lahat, Bani Ginting waktu dihubungi melalui telpon, Kamis (7/2/2019).

Disebutkan Bani, Syahril diamankan jaksa tanpa adanya perlawanan. Lalu ia bakal menekuni kontrol kesehatan sebelum sebelum diserahkan ke Lapas Klas IIA Lahat, Sumatera Selatan.

“Selesai dikatakan sehat sama dokter, terhukum bakal langsung diserahkan ke Lapas Klas IIA serta menekuni hukuman sesuai sama putusan mejelis hakim, yaitu 36 bulan penjara atau 3 tahun,” tambah Bani.

Dikatakan Bani, Syahril Efendi terlilit dalam masalah money poltics pada Pemilihan kepala daerah Lahat yg diadakan 27 Juni 2018. Syahril divonis bersalah dengan memberikan keyakinan oleh majelis hakim di PN Lahat.

Dalam vonisnya, hakim menyebutkan Syahril bisa di buktikan membagi-bagikan uang pada warga yg masuk ke lis pemilih konsisten di daerah itu. Bahkan juga selesai uang diberikan sebesar Rp 150 ribu/orang, Syahril memohon warga pilih salah satunya paslon.

Pemeran telah divonis PN Lahat dengan pidana kurungan 36 Bulan. Pernah juga ajukan banding, Pengadilan Tinggi Palembang gak merubah hasil putusan sidang di PN Lahat. Mempunyai arti Syahril konsisten diganjar hukuman 3 tahun penjara,” tuturnya.

Selesai putusan dari PT Palembang, team kejaksaan sudah sempat menyebut Syahril ke Kejaksaan Negeri. Tetapi, Syahril tetap mangkir serta pada panggilan ke-tiga buat dijalankan telah kabur serta dikatakan buron.