Home / Berita Umum / Densus 88 Anti-teror Polri Bersama Dengan Brimob Polda Kalimantan Tengah Tangkap Pasangan Suami Istri (Pasutri)

Densus 88 Anti-teror Polri Bersama Dengan Brimob Polda Kalimantan Tengah Tangkap Pasangan Suami Istri (Pasutri)

Densus 88 Anti-teror Polri Bersama Dengan Brimob Polda Kalimantan Tengah Tangkap Pasangan Suami Istri (Pasutri) – Team campuran Densus 88 Anti-teror Polri bersama dengan Brimob Polda Kalimantan Tengah tangkap pasangan suami istri (pasutri) disangka berkaitan jaringan teroris. Pasutri yg profesinya pegawai negeri sipil (PNS) itu ditangkap pada Senin (13/8/2018) pagi.

Kabid Humas Polda Kalimantan tengah AKBP Hendra Rochmawan membetulkan penangkapan itu. ” Benar, ada pasangan suami istri yg kami amankan, ” tutur Hendra kala dilakukan konfirmasi.

Menurut Hendra, tersangka teroris pertama yg ditangkap berinisial L. Pria 45 tahun itu diamankan di kediamannya di Jalan Betutu, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Dari penangkapan itu, petugas juga mengambil alih sejumlah tanda untuk bukti seperti busur panah, bahan perakit bom, samurai, serta buku jihad. L sendiri di ketahui adalah PNS di Kemenkumham Kalimantan tengah serta bekerja di Rutan Klas II Palangka Raya.

Sewaktu ditangkap, L tengah bersama dengan istrinya berinial AS. Wanita berumur 40 tahun itu adalah seseorang guru serta berstatus menjadi PNS di Pemerintahan Kota Palangka Raya.

Akan tetapi Hendra belum pula dapat memerinci penangkapan tersangka teroris itu. Dia menuturkan, itu bakal di rilis oleh Kapolda Kalimantan tengah Irjen Anang Revandoko.

” Kelak Pak Kapolda yg bakal memberikan, ” Hendra menandaskan.

Penangkapan Teroris Mendekati Asian Games
Polri udah tangkap 283 tersangka teroris pascabom bunuh diri di Surabaya pada Mei 2018 waktu lalu. Penangkapan itu juga santer dilaksanakan dalam rencana mengamankan acara Asian Games 2018.

” Kita udah kerjakan penangkapan, laporan paling akhir ke saya semalam 283 yg diamankan pasca-bom Surabaya, ” papar Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di PTIK, Jakarta Selatan, Selasa 7 Agustus 2018.

Tingginya intensitas penangkapan tersangka teroris ini dapat dapat dukungan Undang-Undang Nomer 5 Tahun 2018 mengenai Pemberantasan Terorisme yg barusan disahkan. Ditambah lagi terdapatnya putusan pengadilan yg menyebutkan Jamaah Anshor Daulah (JAD) menjadi korporasi terlarang.

” Punya arti siapa-siapa saja juga yg terkait menolong, jadi anggota (JAD) bisa dipidana. Yg dahulu di UU lama tdk, mesti ada bukti dahulu, senjatanya, perencanaannya, mesti ada laganya, terlambat kita. Nah, UU memberi kesempatan baru serta kita bakal bekerja senantiasa, ” kata Tito.

About admin