Home / Berita Umum / Jangan Sumbang Baju Seperti Ini Untuk Korban Bencana Alam

Jangan Sumbang Baju Seperti Ini Untuk Korban Bencana Alam

Jangan Sumbang Baju Seperti Ini Untuk Korban Bencana Alam – Petaka gempa bumi serta tsunami yang menerjang Palu tersisa kejadian pilu buat banyak korban. Tidak kecuali buat Anjas Firmansyah, seseorang penduduk Perumnas Balaroa yang sukses selamat dari gempa.

Meskipun nyawanya sukses diselamatkan, ia masihlah menyimpan pilu sebab tetap harus mencari dua anggota keluarganya. Diatas satu sobekan kardus yang diikat pada suatu tali di pundaknya, Anjas tuliskan nama istri serta anak kedua-duanya, ialah Atri serta Fajar.

Untuk mencari tahu kehadiran istri serta anaknya, ia ikhlas jalan berkilo-kilo mtr. melingkari kota, dimulai dengan Perumnas Balaroa sampai Rumah Sakit Anutapura, Kota Palu pada Kamis (4/10/2018) siang.

” Saya berkunjung kesini untuk ambil obat. Kaki saya sudah sempat memperoleh 5 jahitan sebab terluka disaat gempa. Sembari mencari tahu kehadiran istri serta anak saya. Saya optimistis mereka masih tetap hidup, ” kata Anjas.

Kala petaka berlangsung, ia menyatakan memandang tanah terangkat serta ia juga lari ke atas atap untuk selamatkan diri. Tetapi kala di atap, kakinya sudah sempat terjepit kayu.

” Peristiwanya beberapa saat saat maghrib. Saya lihat tanah terangkat, saya lari ke atas atap, selamatkan diri. Kaki saya sudah sempat terjepit kayu-kayu di atap, saya coba mengeluarkan kaki, rupanya dapat. Saya selalu berjalan menelusuri atap, saya lihat ada masjid sampai dapat bekerja mengarah timur, bekerja sebab guncangan, ” ujar Anjas.

” Saya mencari dengan panggil-panggil nama mereka. Saya teriak, ‘Atri, Fajar, kalian dimana? ‘, keras-keras saya teriak. Udah melingkari berulang-kali terus gagal berjumpa, ” papar Anjas.

Karena tidak tega apabila selalu berjalan dengan anak pertamanya, malam itu Anjas menentukan pergi mencari tempat untuk mengungsi. Awalannya Fajar mengungsi di Terminal Pasar Lama Palu, tetapi besok paginya ia geser ke pelataran Hotel Buana.

” Saya antar anak saya ke halaman depan Hotel Buana yang saya menganggapnya aman untuk mengungsi, sesudah itu saya keliling lagi mencari istri serta anak ke-2 saya, Atri serta Fajar, ” katanya.

Menurut Anjas, tidak ada yang dapat halangi usahanya mencari istri serta anaknya. Meskipun keadaan kakinya belum pula sembuh, ia terus akan mencari kedua-duanya. ” Bagaimanapun juga, terus akan saya mencari. Saya optimistis mereka masih tetap hidup, mungkin mereka diselamatkan orang serta dibawa mengungsi. Apabila tidak selamat juga, saya akan terus terima kehendak-Nya, yang terutama mereka berjumpa, ” pungkas Anjas.

Anjas yaitu satu dari banyaknya kejadian penduduk Palu yang ada dalam kekalutan sebab kehilangan bagian keluarga saat tsunami serta gempa. Hasrat Anjas cuma satu, berjumpa dengan anggota keluarganya yang hilang, apa pun kondisinya.

Tidak ingin cuma berdiam diri serta tunggu berita yang belumlah pasti, beragam usaha dilaksanakan, dimulai dengan melapor ke team evakuasi, berjalan kaki berkilo-kilometer mendatangi setiap rumah sakit, sampai mengerjakan pelacakan seseorang diri melalui langkah apa pun

About admin