Home / Uncategorized / Larangan Cantrang Di Tunda Sampai Akhir 2017

Larangan Cantrang Di Tunda Sampai Akhir 2017

Larangan Cantrang Di Tunda Sampai Akhir 2017 – Menteri Kelautan serta Perikanan Susi Pudjiastuti menyebutkan pemerintah perpanjang izin pemakaian alat tangkap cantrang sampai akhir Desember 2017, dari mulanya Juni ini. Ketentuan itu di ambil sesudah kajian dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat di Istana, belum lama ini.

” Penundaan larangan cantrang hingga 31 Desember 2017. Berlaku di semua Indonesia, ” tegas dia di kantornya, Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Menteri Susi : Kebijakan Bidang Kelautan Janganlah Dipolitisasi
Jokowi Menginginkan Nelayan RI Diperkenalkan Tehnologi Menangkap Ikan
Untuk di ketahui, kebijakan larangan pemakaian cantrang kembali memanas sesudah beragam komentar pedas dari beragam pihak, termasuk juga dari Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin.

Akan tetapi, Susi mengakui bakal tetaplah memberlakukan kebijakan larangan cantrang untuk menangkap ikan. Pihaknya bakal mengawal saat transisi ini hingga pada akhirnya cantrang betul-betul dilarang, dari mulai pengenalan sampai lakukan pembuktian pada 14 ribu kapal dibawah 10 GT.

” Kebijakan ini sangatlah bagus. Kita bakal mengawal transisi ini hingga akhir 2017 agar usai. Dengan keprihatinan kita mesti tunda (larangan) cantrang, kita tetaplah menginginkan menyosialisasikannya, ” terang Susi.

Lebih jauh Susi menjelaskan, cantrang di Pantura Jawa telah melebihi kemampuan, hingga muncul bermacam perseteruan dengan sebagian nelayan di beberapa tempat. Oleh karena itu, pemerintah mengatur masalah cantrang.

” Yang ingin berpindah ke Arafuru (menangkap ikan dengan alternatif alat penangkapan), kita fasilitasi karna saat ini kan kapal-kapal asing telah ditertibkan. Jadi nelayan dapat untung mengagumkan, ” terangnya.

Kementerian Kelautan serta Perikanan, sediakan alternatif untuk larangan cantrang sesudah moratorium dicabut dengan alat tangkap yang ramah lingkungan.

Kebijakan itu, disadari Susi, diantaranya pertama, untuk kapal cantrang berbobot kurang dari 10 GT, dikerjakan pergantian alat penangkapan ikan (replacement API), seperti gillnet, bubu lipat, rawai basic, dsb.

Ke-2, untuk kapal cantrang ukuran 10-30 GT bakal diberikan sarana pembiayaan dari instansi keuangan untuk pergantian API (sarana permodalan). Ketiga, untuk kapal cantrang ukuran kian lebih 30 GT, diberikan sarana service perizinan pusat lewat gerai perizinan.

” Jadi langkah KKP ini telah komprehensif, telah tenang. Saya mohon sekali pada politisi tidak untuk mempolitisasi kedaulatan pangan, karna ini (cantrang) masalah kedaulatan pangan serta kelangsungan sumber daya alam kita, ” berharap Susi.

Mengenai usulan pergantian alat tangkap cantrang untuk kapal dibawah 10 GT th. ini meraih 14. 367 kapal di sebagian propinsi. Mencakup, Jawa Tengah 6. 972 kapal, Jawa Barat 1. 706 kapal, Jawa Timur 193 kapal, Kalimantan Utara 288 kapal, Lampung 2. 308 kapal, Kalimantan Barat 2. 187 kapal, Jambi 1. 238 kapal, serta Sumatera Utara 392 kapal.

About admin