Orang Utan Hampir Di Selundupan Ke Malaysia

Orang Utan Hampir Di Selundupan Ke Malaysia – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau terima barang untuk bukti satwa dilindungi yang dipatahkan Bea Cukai Dumai kala dapat diselinapkan ke Malaysia. Orangutan yang dapat diperjualbelikan itu keadaannya depresi.

“Kita ini malam terima barang untuk bukti satwa liar yang dilindungi dari Kantor Bea serta Cukai, Dumai. Dan perlakuan hukumnya dapat dikerjakan Balai Perlindungan serta Penegakan Hukum LHK Lokasi Sumatera Seksi Lokasi I Pekanbaru,” kata Kepala BBKSDA Riau, Suharyono dalam temu wartawan di Pekanbaru, Rabu (26/6/2019).

Haryono menerangkan, barang untuk bukti satwa liar itu terbagi dalam 3 ekor orangutan, 2 ekor monyet ekor panjang, 1 ekor siamang, 1 ekor binturung.

“Ada dua pemeran memang yang ditangkap dalam insiden itu (diamankan BC Dumai), akan tetapi satu pemeran yang diberikan ke kita ke teman penyidik kementerian lingkungan hidup,” kata Haryono.

Ke dua pemeran yang ditangkap itu berinisial SP (40), penduduk Kecamatan Marpoyan Damai serta JD (27) penduduk Jalan Imam Munandar Pekanbaru.

Haryono mengemukakan faksinya dapatkan perlindungan club media yang biasa mengatasi satwa.

“Club medis katakan keadaannya depresi, akan tetapi masih ingin minum susu. Bila memandang manusia mulainya takut. Satu ekor usianya satu direncanakan 2 bulan, dua ekor direncanakan usianya dibawah 2 tahun,” kata Haryono.

Menurut Haryono, beberapa satwa ini dapat dapatkan perawatan terlebih dulu. Sesudah itu orangutan itu dapat dilepasliarkan.

“Di Riau tak ada orangutan, akan tetapi kita yakinkan orangutan ini dari Sumetara,” papar ia.

Ia mengira orangutan yang dapat diselinapkan ke Malaysia ini datang dari Aceh yang bersebelahan dengan Sumatera. Akan tetapi faksinya dapat kerjakan kajian selanjutnya.

“Ya peluang kemungkinan orangutan ini dari Aceh. Meskipun begitu kelak dapat ada kajian selanjutnya,” tutup Haryono.