Home / Berita Bola / Pelatih Asal Jerman Slalu Menjadi Sosok Penting Bagi Tim Asuhannya

Pelatih Asal Jerman Slalu Menjadi Sosok Penting Bagi Tim Asuhannya

Pelatih Asal Jerman Slalu Menjadi Sosok Penting Bagi Tim Asuhannya – Jerman menjadi satu diantara negara kuat di SEPAKBOLA dunia sampai sekarang ini. Mereka senantiasa jadi unggulan di tiap-tiap turnamen yang diikuti, baik PIALA Eropa ataupun Piala Dunia. Tiga kali merajai Eropa, serta tampak sebagai kampiun di empat Piala Dunia buat mereka jadi tim yang disegani.

Tetapi Jerman alami saat kelam di Piala Eropa 2000. Untuk pertama kalinya, mereka tidak berhasil mengambil langkah ke fase knock-out sesudah mendiami posisi juru kunci Group A dengan raihan satu poin, hasil sekali imbang serta dua kekalahan.

Kegagalan itu memaksa federasi sepakbola Jerman (DFB) membuat unit gugus pekerjaan buat kembalikan kebanggaan mereka dengan menggandeng KLUB-klub. Perubahan ini bukan sekedar termasuk pada akademi serta PEMAIN muda, tetapi juga di bidang kepelatihan. Investasi di semuanya bidang itu dikira sangatlah perlu.

Memang pergantian itu mengkonsumsi cost yang besar. Dana yang disediakan DFB berbarengan KLUB buat menggerakkan program itu capai €48 million, atau seputar Rp688 miliar. Tetapi jumlah ini dapat di nikmati saat ini, atau bahkan juga di saat mendatang.

Dalam kurun saat 12 th., Jerman telah memiliki 52 sekolah pemusatan LATIHAN untuk bakat memiliki bakat, namun juga mempunyai 1. 300 pelatih profesional di 366 regional yang mengajari pemain muda terkait basic permainan SEPAKBOLA modern.

Program ini bukan sekedar menimbulkan pemain papan atas dunia, namun juga pelatih memiliki kualitas. Sebut saja nama seperti Jurgen Klopp, Ralf Rangnick, Thomas TUCHEL, serta sudah pasti Joachim Low. Mereka menjadi pelatih yg tidak memercayakan pemain bintang buat membuat tim tangguh.

Arsitek Bayer Leverkusen Roger Schmidt dapat jadikan contoh kesuksesan Jerman menimbulkan pelatih memiliki kualitas. Th. 2007, Schmidt masihlah berstatus pekerja teknisi. Ia menyambi jadi pelatih di club semi-profesional di Padeborn. Karirnya sebagai pelatih melesat sesudah lulus dari pelatihan kepelatihan di Hennes Weisweiler Akademie pada 2011.
Akademi ini memanglah sering menelurkan pelatih bagus, seperti Klopp, Low, Juergen Klinsmann, serta Jupp Heynckess. Akademi ini memanglah didesain buat mendidik pelatih seperti Schmidt. Pria berumur 49 th. ini termasuk mujur, lantaran dia dapat ikuti kursus di Hennes Weisweiler.

Tidak sembarang pelatih dapat masuk ke akademi ini. Pelamar mesti mempunyai lisensi UEFA-A, serta pengalaman melatih di level tinggi. Walaupun demikian Akademi Hennes Weisweiler juga mengombinasikan pelatih amatir atau semi-profesional dari enam divisi di LIGA Jerman. Mereka juga buka pintu buat pelatih akademi yang sebelumnya pelajari sport science.

Sampai sekarang ini, akademi Hennes Weisweiler telah menelurkan 3. 000 pelatih bersertifikat B, serta 5. 500 yang memperoleh sertifikat A. Akademi ini membagi tiga sertifikat untuk tiap-tiap lulusannya, yaitu A, B, serta C.

Lisensi C menjadi bagian awal dari sistim pelisensian kepelatihan. Lisensi ini diperuntungan untuk pelatih di level junior serta senior yang mau mengaplikasikan performa tim berdasar pada kepelatihan. Format pelatihan kepelatihan ini terbagi dalam 80 modul pelajaran basic, 40 modul buat melatih PEMAIN profesional, dan 20 modul ujian.
Sedang lisensi B bermaterikan 80 modul evaluasi serta 20 modul ujian. Konsentrasi krusus ini terdapat pada menanamkan serta tingkatkan pengetahuan buat kursus berbasiskan junior. Itu termasuk juga jalankan sistem evaluasi tehnis serta taktis, dan mensupport junior diluar LAPANGAN. Mulai sejak 2011, DFB bertanggungjawab atas lanjutan program pelatihan kepelatihan tiap-tiap th. untuk pemegang lisensi B. Program penambahan ini berbentuk 20 modul melatih sepanjang tiga hari di sekolah olah-raga di semua Jerman.

Sesaat lisensi A menjadi program pelatihan untuk pelatih buat bekerja diatas level amatir, serta liga regional. Pelatihan ini menggunakan 100 modul evaluasi, serta 20 modul ujian. Pemegang lisensi A memiliki hak melatih di semuanya tim amatir serta junior, dan tim sepakbola wanita, termasuk juga di Bundesliga. Mereka juga diperbilehkan bekerja di semua lokasi Jerman buat mendidik pemegang lisensi C.

Akademi Hennes Weisweiler juga memberi kursus ekslusif buat mengatasi kiper. Pelatihan ini mulai dikenalkan pada 2011, serta dibagi dalam dua bagian. Step pertama berbentuk pendidikan basic melatih penjaga gawang. Sedang step ke-2 berbentuk pelatihan kelanjutan yang dikelola DFB, serta berjalan sepanjang satu minggu.

Tak heran apabila pola pelatihan kepelatihan yang terorganisasi rapi ini dapat membuahkan beberapa pelatih terkenal. Akhirnya dapat dipandang di tim nasional. Jerman enam kali menembus semi-final, salah satunya membuahkan gelar juara PIALA Dunia pada 2014.

About admin