Pensiunan PNS Tipu 6 Korban Dengan Modus Loloskan CPNS

Pensiunan PNS Tipu 6 Korban Dengan Modus Loloskan CPNS – Seseorang pria paruh baya, pensiunan PNS Pemkab Magelang diringkus polisi. Pria bernama Abudhari Tri Putro (64) ini menipu enam korban dengan modus loloskan CPNS.

“Pada Hari Sabtu tempo hari dari Polsek Salaman, Polres Magelang, menyelamatkan seorang terduga penipuan. Penipuan, pengelapan uang bersangkutan dengan rekrutmen PNS. Jadi, yang berkaitan ini adalah pensiunan Sekcam di Pemda Magelang, setelah itu memberi janji pada banyak korban untuk dapat memasukkan jadi PNS,” kata Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho dalam pres launching di kantornya, Selasa (16/7/2019).

Aktor sebagai penduduk Krapyak, Desa Paremono, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang ini mengharap uang sebesar Rp 160 juta pada tiap korbannya.

Tindakan itu dilaksanakan seusai dia pensiun dari PNS dengan jabatan paling akhir jadi Sekretaris Kecamatan (sekcam). Banyak korban dijanjikan jadi PNS sejak mulai tahun 2012, tetapi sampai 2019 tidak segera terjadi. Salah seseorang korbannya, Supriyono, penduduk Cilacap Utara, selanjutnya memberikan laporan Abudhari ke Polsek Salaman, pada 1 Januari 2019.

Beberapa tanda untuk bukti ditangkap salah satunya telephone seluler serta beberapa seragam PNS. Yudi mengutarakan uang itu gagasannya dapat diperlukan Abudhari untuk kepentingan maju di pileg 2014.

“Hasil dari penipuan serta kebanyakan hasil dari penipuan dipakai untuk nyaleg tahun 2014. Calon legislatif satu diantaranya partai, tapi tidak sukses,” kata Yudi.

“Modusnya, jadi yang berkaitan ini lantaran pada waktu itu diperlukan uang untuk nyaleg. Selanjutnya menjanjikan, berspekulasi memberi janji-janji pada waktu awal penerimaan PNS, janji pada seorang korban ini jika dapat masukkan PNS. Setelah itu, korban berceritalah pada korban-korban lain selanjutnya terkumpul ada senam orang yang telah memberi uang,” tukasnya.

Dalam peluang yang sama, terduga Abudhari Tri Putro mengatakan dalam laganya ia sanggah telah kirim berkas lamaran banyak korban ke kantor Tubuh Kepegawaian Negara (BKN) di Jakarta.

“Ya pokoknya (mengatakan ke korban jika uang) untuk proses, ongkos proses. Uang tidak dikirim, berkas saya pos kan kesana. Saya kirim pos ke BKN, saya tak pernah ngecek berkas hingga sampai ataukah tidak,” katanya

Abudhari mengatakan memperlancar laganya ini seseorang diri.

“Pemasyarakatan saya melalui satu diantaranya rekan, tahunya melalui rekan. Tidak ada orang dalam, saya mengemukakan sudah pernah masukkan untuk menyakinkan korbannya,” pungkasnya.

Setelah itu banyak korban juga diyakinkan juga untuk beli seragam Korpri. Hal itu jadi mengantisipasi kalau nanti ada panggilan sudah miliki seragam.

“Seusai saya pensiun itu, saya diambil jadi satu diantaranya pengurus di Partai Hanura. Jika pengurus mesti menjadi calon legislatif, dengan itu njur, kepentingan. Saya punyai kepercayaan, jika mirip ini dapat,” pungkasnya.