Home / Berita Umum / Polisi Kejar Pemasok Senpi Milik Pria yang Bunuh Diri di Jakbar

Polisi Kejar Pemasok Senpi Milik Pria yang Bunuh Diri di Jakbar

Polisi Kejar Pemasok Senpi Milik Pria yang Bunuh Diri di Jakbar – Polisi masih tetap menyelidik dari tempat mana Ommy Waisa Andrian (43), pria yang disangka bunuh diri di Apartemen Mediterania, Jakarta Barat, memperoleh banyak senjata barah. Karena, polisi menyatakan begitu beresiko jika penduduk sipil yang tidak memiliki hak dapat mempunyai senpi.

“Ini keprihatinan bersama dengan, nyatanya ada senjata baku militer tersebar di penduduk, ada senjata-senjata yang tidak tercatat serta dipakai oleh penduduk sipil. Oleh karena itu, kami akan kejar selalu penyidikan ini dari tempat mana senjata ini didapat serta pasti akan kami susuri,” kata Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi di Mapolres Jakarta Barat, Slipi, Rabu (17/10/2018).

Hengki memberikan tidak tertutup peluang banyak senjata ilegal yang tersebar di penduduk. Pemasok-pemasok senpi itu masih tetap diselidiki.

“Kami cari info penyuplai senjata-senjata ini hingga tidak tercatat serta berada di masyarakat sipil. Tentu saja ini begitu beresiko jika ini tersebar di penduduk yang tidak memiliki hak,” katanya.

Ommy diketemukan meninggal disangka bunuh diri dengan luka tembak. Hengki menyatakan Ommy bukan anggota Perbakin.

“Pada terduga atau korban di sini, nyatanya ini tidak ikut tercatat menjadi anggota Perbakin, tidak tercatat menjadi anggota Perbakin, ini jadi keprihatinan kita bersama dengan,” katanya.

Ommy diketemukan meninggal disangka bunuh diri di Tower 2 Unit Kenanga Lantai 25 KF, Apartemen Mediterania, Jakarta Barat. Waktu olah TKP, polisi temukan senjata barah ilegal di kamar Ommy.

Senjata-senjata yang diketemukan di kamar Ommy ialah senjata laras panjang type MP4 kaliber 5,56 mm, yang disebut baku militer dengan jarak efisien kurang-lebih 300 mtr., ikut senjata Hunter CZ-43 dengan peluru karet, serta mempunyai izin atas nama Ommy. Diluar itu, polisi temukan senjata Beretta Tomcat yang dipakai Ommy untuk bunuh diri. Polisi ikut mengamankan senjata 19-11 kaliber 9 mm, yang atas pengaturan dengan intelijen dari Polda Metro Jaya dijumpai jika senjata itu ikut tidak tercatat.

“Lalu kami dapatkan ikut senjata barah NAA Magnum 22 mm, ini pula peluru kaliber 22, ini pula tidak tercatat. Lalu senjata berolahraga, bukan bela diri ya, senjata berolahraga yang harusnya tidak dapat dibawa ke rumah. Mesti digudangkan,” jelas Hengki.

About admin