Home / Berita Umum / PPPA Memohon Tiap Kepala Daerah Menghambat Terjadinya Perkawinan Anak

PPPA Memohon Tiap Kepala Daerah Menghambat Terjadinya Perkawinan Anak

PPPA Memohon Tiap Kepala Daerah Menghambat Terjadinya Perkawinan Anak – Kementerian Pemberdayaan Wanita serta Perlindungan Anak (PPPA) menilainya pernikahan dua bocah berumur 14 serta 15 th. di Kalimantan Selatan menjadi persoalan yg serius.Kementerian PPPA memohon tiap-tiap kepala daerah serta tokoh warga ikut menghambat terjadinya perkawinan anak.

” Kementerian memohon prinsip beberapa pemimpin daerah dan andil beberapa tokoh warga, agama serta warga biasanya untuk ikut menghambat perkawinan anak berlangsung, ” kata Sekretaris Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu dalam info terhadap detikcom, Minggu (15/7/2018).

Pribudiarta menuturkan andil kepala daerah ini terutama untuk berikan penjelaskan supaya warga sadar serta mengetahui kemungkinan perkawinan anak.Menurut dia, bermacam kemungkinan akan dihadap seseorang anak jika sangat terpaksa menikah di mulai dari putus sekolah sampai kematian gara-gara memiliki kandungan sangat muda.

” Mengenai kemungkinan itu diantaranya melahirkan anak stunting, ketidakstabilan ekonomi, putus sekolah, rawan kekerasan dalam rumah tangga, perceraian sampai bahaya kematian pada ibu yg melahirkan sangat muda, “

Kementerian PPPA dikatakakan Pribudiarta, selalu memajukan revisi Undang-Undang No.1 Th. 1974 terkait Perkawinan untuk menaikan batas sedikitnya umur perkawinan.Hal semacam tersebut untuk menghambat terdapatnya perkawinan anak.

” Kemen PPPA selalu memajukan revisi Undang-Undang No.1 Th. 1974 terkait Perkawinan supaya tingkatkan umur perkawinan sedikitnya 20 th. untuk anak wanita serta 22 th. untuk anak lelaki.Keputusan batas sedikitnya umur perkawinan mesti dinaikkan untuk menghambat perkawinan anak, ” ujarnya.

Dalam Undang-Undang No 1 Th. 1974 Terkait Perkawinan Kasus 7 ayat (1) diterangkan, perkawinan cuma diizinkan jika pihak pria capai usia 19 (sembilan belas) th. serta pihak wanita telah capai umur 16 (enam belas) th..Akan tetapi, di kasus ini terdapat dispensasi yang bisa dimintakan ke pengadilan atau penjabat lainnya oleh pihak orangtua, seperti dirapikan dalam Kasus 7 ayat (2).

Bab pernikahan anak, terkini terdapat momen bocah umur 14 serta 15 th. menikah siri di Kalimantan Selatan.Pernikahan dijalankan di tempat tinggal nenek mempelai pria, di Kabupaten Tapin pada Kamis, 12 Juli 2018 sekira jam 20.30 Wita.

About admin