Home / Berita Umum / Rumah Tempat tinggal Ibu Pembunuh Anak Kandung

Rumah Tempat tinggal Ibu Pembunuh Anak Kandung

Rumah Tempat tinggal Ibu Pembunuh Anak Kandung – Polisi menyangka elemen ekonomi ikut melatarbelakangi satu orang ibu di Boyolali tega menganiaya anaknya sampai pada akhirnya wafat. Seperti apa keadaan rumah yang ditempatinya?

Buat ke arah ke rumah terduga, harus melalui antara dua rumah penduduk di depannya. Rumah yang ditempati terduga serta keluarganya terbuat dari katu. Dinding dari papan kayu serta sejumlah tembok. Lantainya udah jobin atau semen diplester.

Tapi, keadaan rumah udah tampak bangunan lama serta berkesan tidak terurus. Di area penting rumah ada satu tv kecil serta kasur tipis buat tidur. Ada juga satu meja kayu, dan bangku sofa yang terlihat sudahlah tidak diperlukan serta berdebu. Kecuali dalam, di emperan rumah ada tumpukan ban sepeda motor sisa. Dalam rumah terlihat satu sepeda motor lama.

Kepala Dusun I Desa Tanduk, Matori, rumah yang ditinggali Iwan bersama dengan istrinya (terduga) serta anak-anaknya itu sebagai rumah warisan dari kakek-neneknya. Pekarangan rumah itu dibagi dengan saudara-saudara ibunya Iwan.

Kecuali mereka, di pekarangan rumah itu tinggal pamannya, Priyadi. Ia tinggal di belakang rumah itu.

Banyak yang tidak tahu profile dari terduga Ida. Matori menjelaskan, terduga Ida berlokasi tinggal di Dukuh/Desa Tanduk baru lebih kurang 1 tahun.

“Rumah saya kan rada jauh, jadi yang lebih jelas kan mungkin tetangga dekat. Tetapi menurut penduduk, (terduga) orangnya pendiam. Dalam rumah saja tidak sudah pernah keluar,” kata Matori dijumpai dalam rumah terduga Dukuh Tanduk, Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Boyolali Kamis (18/7/2019).

Terkait keadaan ekonominya, yang cari nafkah suaminya. Sedang Ida cuma dalam rumah mengelola beberapa anak.

“Keadaan ekonominya yang nanggung mas Iwan. Jika kekurangan saya kurang tahu,” tambah ia.

Rumah itu ditinggali 5 orang. Ialah Iwan, Ida (terduga) serta tiga anaknya. Semasing F sebagai anak Ida dengan suaminya mula-mula. Sedang bersama dengan Iwan, Ida mempunyai dua orang anak yang saat ini masih kecil-kecil.

“Suami (terduga) kerja serampangan. Jika tidak salah kerap membawa carteran,” tambah ia.

Keluarga ini di lingkungan ditempat, memang diketahui tertutup. Mereka jarang-jarang berteman dengan tetangga sekelilingnya. Ida sendiri belum juga geser alamat serta masih beralamat di Cukilan, Suruh, Kabupaten Semarang.

“Tidak terima PKH. Kependudukannya masih diperintah mungkin, jika di sini (Desa Tanduk) belum tersebut,” terangnya.

About penulis77