Home / Berita Umum / Siswi SMP di Purworejo Ngaku Jadi Korban Pelemparan HT oleh Petugas Kepolisian

Siswi SMP di Purworejo Ngaku Jadi Korban Pelemparan HT oleh Petugas Kepolisian

Siswi SMP di Purworejo Ngaku Jadi Korban Pelemparan HT oleh Petugas Kepolisian – Seseorang petugas polisi di Purworejo, Jawa Tengah disangka bertindak kekerasan pada seseorang siswi SMP waktu menyelenggarakan Operasi Keselamatan Candi 2019. Sekarang korban tengah dirawat di RS dr Sardjito Yogyakarta sebab alami luka serius di sisi mata.

Korban bernama Layla Putri Ramadhani (15) penduduk Desa Bedug RT 03/ RW 02, Kecamatan Bagelen. Siswi kelas IX SMP Negeri 2 Purworejo itu akui jadi korban pelemparan handy talkie (HT) seseorang petugas kepolisian yang tengah menyelenggarakan Operasi Keselamatan Candi 2019 di Jl Tentara Pelajar persisnya di sisi barat pertigaan Lengkong, Kecamatan Banyuurip, Selasa (30/4) saat kemarin.

Korban yang waktu itu masih memakai seragam SMP berboncengan dengan temannya Fikri (15) memanfaatkan sepeda motor Vixion. Saat lewat di muka petugas yang menyelenggarakan razia, Fikri yang memboncengkan korban mengusahakan kabur biar tak dicheck. Menurut keteranga kekuarga korban, reaksi petugas waktu itu yaitu melemparkan HT sampai berkaitan mata korban sisi kanan.

Awal mulanya korban pernah dibawa ke RS dr Tjitro Wardojo Purworejo untuk mendapat pertolongan, akan tetapi selanjutnya dirujuk ke RS dr Sardjito Yogyakarta. Pihak keluarga juga sayangkan aksi petugas itu.

“Saat ini Layla masih di RS Sardjito sebab mesti di operasi. Sangatlah disayangkan seseorang anggota kepolisian yang mana ada SOP nya namun seakan-akan melebihi proses kerjakan pelemparan yang menyebabkan fatal sampai kelopak bola matanya sobek,” kata bibi korban, Tri Wahyuni (34) di tempat tinggalnya, Kamis (2/5/2019).

Wakapolres Purworejo, Kompol Andis Arfan Tofani, menolak kalau anggotanya kerjakan pelemparan HT pada korban. Andis menerangkan, petugas di lapangan waktu itu mau menyudahi korban yang berboncengan sebab mengusahakan kabur waktu di stop sampai-sampai tangan kiri petugas yang kala itu bawa HT berkaitan muka korban.

“Petugas belum check surat-suratnya akan tetapi pengendara yang memboncengkan korban ini mengusahakan kabur serta menjauhi petugas. Sebab berjalan oleng serta mau menabrak petugas karena itu petugas itu mengusahakan menyetop serta kebetulan tangan kirinya menggenggam HT serta tiada berniat berkaitan mata korban sisi kanan, jadi tak ada pelemparan,” jelas Andis.

Walaupun tak ada bagian ke sengajaan, pihaknya tetap periksa petugas polisi yang terkait serta memikul cost perawatan korban di rumah sakit. Pihaknya pula sayangkan tersedianya pelajar dibawah usia yang mengendarai kendaraan bermotor sebab jelas melanggar ketentuan yang ada.

“Korban dirujuk ke RS Sardjito itu juga dengan pengawalan dari kita serta kita fasilitasi semua baik cost atau pengawalan atau lain-lainnya dijamin oleh Polres Purworejo. Hingga sekarang ini anggota yang terkait pula masih jalani pengecekan di propam, serta akan memberikannya sangsi tegas bila dapat dibuktikan ada kekeliruan di luar SOP,” susulnya.

About admin