TNI : Prajurit Bertanggungjawab Apa Yang Dilakukan Istrinya

TNI : Prajurit Bertanggungjawab Apa Yang Dilakukan Istrinya

TNI : Prajurit Bertanggungjawab Apa Yang Dilakukan Istrinya – Dandim Kendari Kolonel Hendi Suhendi dilepas dari jabatannya sebab sang istri, IPDN, membuat posting-an nyinyir masalah peristiwa penusukan pada Menko Polhukam Wiranto. TNI menyatakan prajurit mesti bertanggung-jawab atas apa yang dijalankan keluarganya, terhitung istri.

“Tiap-tiap suami bertanggung-jawab pada apa yang dijalankan serta tidak dijalankan oleh anak serta istrinya. Itu pokoknya,” papar Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi, Sabtu (12/10/2019).

Menurut Sisriadi, hukuman disiplin militer jadi basic untuk TNI berikan sangsi pada tiga prajurit atas tingkah istrinya. Kecuali Kolonel Hendi, dua prajurit lain yang diberi hukuman ialah bagian Detasemen Kavaleri Berkuda Bandung, Sersan Dua Z, serta bagian Satpomau Lanud Muljono Surabaya, Peltu YNS.

Sersan Z diberi hukuman sebab istrinya, LZ, membuat posting-an nyinyir masalah insiden penusukan Wiranto. Dan istri Peltu YNS, FS, lontarkan komentar bermotif fitnah terkait penusukan Wiranto di social media.

“Tentara kan begitu, mesti tunduk pada, pertama, hukum yang berlaku di orang sipil, kaya KUHP serta semacamnya itu, lalu hukum pidana militer seperti dalam pelanggaran perang semua kan,” kata Sisriadi.

“Lalu mesti tunduk pada hukum disiplin militer, memiliki aturan disiplin militer, P5, semua ditata itu terhitung masalah dalam,” sambungnya.