Home / Berita Umum / Yakuza Sempat Jadi Perlindungan Soekarno

Yakuza Sempat Jadi Perlindungan Soekarno

Yakuza Sempat Jadi Perlindungan Soekarno – Jalinan diplomatik Indonesia – Jepang th. ini genap jalan 60 th.. Normalisasi jalinan dengan diawali disepakatinya dana pampasan perang sebesar 223 juta dolar pada 1958. Waktu Presiden Sukarno bertandang ke Tokyo dengan dalih untuk mengulas sebagian project yang juga akan dibuat dengan dana pampasan perang itu, pemberontak PRRI menyelinapkan 8 orang utusan untuk membunuhnya.

Politisi serta intelijen Jepang telah mengendus gagasan itu. Tapi karna satu serta lain perihal, mereka malas memberi perlindungan spesial dengan resmi pada Sukarno. Polisi Metropolitan Jepang berasumsi perlindungan ini bukanlah tugasnya karna kunjungan itu sebenarnya lebih berbentuk pribadi.

Peneliti Kampus Akita, Yoshimi Miyake, mengatakan perlindungan pada akhirnya didapatkan dari grup ultranasionalis Jepang bawah tanah bernama Ginza Police. ” Mereka adalah satu diantara grup Yakuza di Tokyo Jepang, ” catat Miyake dalam artikelnya Segi Politik serta Budaya Kompensasi Perang Jepang Pada Indonesia.

Perintah perlindungan ini, dia meneruskan, didapatkan dari Kodama Yoshio, satu diantara pimpinan partai sayap kanan Jepang yang mempunyai afiliasi dengan Ginza Police. Ia mengerahkan orang-orangnya untuk memberi pengawalan ketat untuk Sukarno yang bermalam di Hotel Imperial, Tokyo.

” Pemimpin sayap kanan Kodama Yoshio serta organisasi terafiliasi di bawahnya yang di kenal jadi Polisi Ginza sepakat untuk bertanggungjawab, ” catat Yoshimi. Delapan orang suruhan PRRI bermalam di dekat Hotel Imperial. Tetapi kawalan ketat Ginza Police buat mereka tidak berhasil lakukan aksinya.

Dokumen CIA mengatakan Kodama adalah satu diantara tersangka tindak kejahatan perang pada 1945 serta baru dibebaskan pada 1948. Ia dilarang menempati jabatan umum untuk sesaat saat. Sepanjang itu jaringannya dengan Yakuza tersambung dengan grup sayap kanan.

Ia terdaftar mempunyai koneksi dengan jaringan bawah tanah yang kuasai perjudian serta gangster. Dokumen intelijen AS itu mengatakan sebagian organisasi yang tersambung dengan Kodama, seperti Matsuba Kai (Grup Daun Pinus), Kokusui Kai (Asosiasi Inti Jepang, serta Gijin Association (grup Spesial Lelaki).

” Pada 1963, ia dilaporkan berusaha mengatur semua grup ini dibawah kendalinya dengan nama Toa Doshikai, ” catat dokumen yang ditulis pada 25 Maret 1969 itu.

About admin